Guru kaya harta = guru sukses

Guru kaya harta = guru sukses ?

Popo555.info – Mungkin ada pertanyaan, ada guru ngajar ilmu ini itu katanya bisnisnya sukses kok masih ngontrak, masih naik motor, isi rumahnya biasa saja. ( Ah kamu belum tahu isi rekeningnya aja, bisa jadi memang memilih hidup sederhana dan banyak sedekah )

Akhirnya baru berapa kali pertemuan sudah tidak lanjut belajar lagi karena gurunya tidak kaya.

Jika kita melihat hanya dari sudut pandang yang sangat sempit yaitu mengukur kesuksesan hanya dari harta kekayaan maka tidak semua guruyang tidak lebih kaya dari muridnya dianggap tidak sukses

Padahal cari guru les privat dan perkara kekayaan sudah ada yang mengatur yaitu Allah. Mungkin rezeki guru memang segitu sekarang wallahu a’lam nanti.

Para guru itu mungkin tidak selalu lebih kaya dari murid tapi punya kekayaan jariyah yang bisa dipetik nanti di akhirat. Tapi lihatlah murid-muridnya sudah ada yang sukses. Bahkan lebih sukses dari gurunya.

Kita belajar terlalu pilah-pilih guru, pilih guru yang superkaya, padahal belajar bisa dari siapa saja, dari pengalaman hidup orang lain dan kita ambil hikmah kebaikannya. Rumuskan lagi untuk kehidupan kita.

Dan ingat ketika berguru selalu punya filter saringan bahwa belajar ilmu dunia senantiasa harus diiringi ilmu akhirat yaitu bersumber quran dan sunnah + pemahaman manhaj ahlus sunnah wal jamaah. Jadi ketika ilmu dunia tsb melanggar syariat ya jangan dilakukan tapi ketika tidak ditemukan larangan atau pelanggaran syariat ya lanjutkan.

Dan tentu harus ada niat yang ikhlas. Tanpa niat yang ikhlas untut taat kepada Allah maka dalil laranganpun bisa diotak-atik supaya jadi boleh. Maka dari itu murid harus pinter, harus belajar terus, jangan cuma apa kata guru pasti benar, dan harus punya pondasi yang kuat.

Guru itu tempat kita berpijak di saat kita sedang belajar, tempat kita konsultasi jika ada masalah, guru adalah orangtua yang melahirkan pikiran baru untuk kita maju.

Guru itu digugu lan ditiru. Jadi guru itu tidak mudah. Tidak modal mulut saja, tapi guru juga terus belajar. Guru juga terus praktek, juga terus mengexplore lagi keilmuannya.

Hanya setetes pemikiran di pagi ini daripada membeku di otak, maka aku tuliskan saja di status ini
Wallahu a’lam bi shawab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *